Stress pada anak

anak-anak dapat pula memergoki stres dan bila  tak dapat diatasi  bersama baik dapat menyebabkan penyakit secara fisik, emosi maupun mental. maka, bagaimana anda  seperti orang tua dapat  mengenal gejala stres pada anak? apa penyebabnya? apa yang dapat dilakukan untuk  menyokong anak keluar dari stres anak?

saat sedang banyak pikiran, seorang dewasa kadang-kadang kita ingin kembali ke masa kanak-kanak karena berpikir pada masa itu seorang anak dapat bermain  bersama bebas tanpa perlu memikirkan keluarga, keuangan, atau hal lainnya. namun, seorang anak yang masih polos pun juga bisa memergoki frustasi dan stres. bahkan  kira-kira penyakit pada anak bisa jadi disebabkan karena reaksi psikosomatik yang disebabkan karena stres.

penyebab stres anak

stres pada anak dapat terjadi pada berbagai usia, bahkan sejak usia dini, sejak dalam kandungan. bila ibu yang mengandung memergoki stres, janin yang kelihatan dalam kandungan juga akan merasakannya. detak jantung janin memerankan  tak teratur, se sampai persediaan oksigen dan sari makanan berkurang. seiring pertambahan usia terutama saat masa remaja, berbagai penyebab dapat memicu stres pada anak, di antaranya kelihatanlah:

makanan

kurangnya kandungan gizi pada makanan dapat menyebabkan pertumbuhan anak  tak optimal dan suplai gizi yang diperlukan tubuh  tak tercukupi se sampai dapat menimbulan stres. begitu juga, konsumsi makanan cepat saji yang ber kianan, karena makanan tersebut mengantongi kandungan gula yang ber kian dan minim gizi untuk tubuh.

kurang tidur

terlalu banyak bermain atau menonton televisi membuat anak kekurangan jam tidurnya. untuk anak yang telah bersekolah, banyaknya tugas dari sekolah, kegiatan ekstrakurikuler atau kursus yang ber kianan membuat anak kekurangan waktu dan  pantas menghabiskan waktu untuk menyelesaikan tugasnya se sampai jam tidur berkurang. kurang tidur dapat menyebabkan emosi dan pikiran anak memerankan  tak stabil dan rentan memergoki stres.

lingkungan keluarga

pertengkaran orang tua atau perceraian dapat menyebabkan ketakutan pada anak. hal ini wajar, karena seorang anak sangat mendambakan kasih  aneng orang di sekelilingnya, terutama orang tuanya untuk membuatnya merasa aman dan terlindung.

pola asuh orang tua

secara umum, pola asuh orang tua terdiri dari 3 macam. pertama, authoritarian di mana orang tua bersikap otoriter,  tak memberi anak kebebasan dan memaksa anak agar memenuhi tuntutan orang tua bahkan menganiaya anaknya. kedua, permissive yaitu orang tua sangat membebaskan anaknya walaupun seorang anak belum dapat membuat keputusan  bersama tepat dan membiarkan kesalahan anak. ketiga, authoritative yaitu orang tua memastikan  bersama jelas konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil, mereka  tak mengekang anak secara ber kianan juga  tak membebaskannya, tetapi terus memberi perhatian pada anak dan berusaha membentuk anak yang mandiri. pola authoritative ini yang paling baik untuk membentu kepribadian anak. stres dapat terjadi pada anak apabila dia merasa  tak dapat memenuhi tuntutan orang tuanya ataupun karena dia  pantas memergoki konsekuensi buruk akibat kesalahan keputusan yang diambilnya.

tekanan dari teman

dalam pergaulannya, seorang anak  tak ingin berbeda dari anak-anak lain dari kelompoknya. perbedaan seorang anak, mungkin karena fisik atau sifatnya dapat memancing ejekan dari teman-temannya. ini pula yang dapat menyebabkan seorang anak merasa stres karena merasa  tak dapat diterima oleh teman-temannya.

gejala stres

seorang anak yang stres dapat diidentifikasi  bersama memperhatikan tingkah lakunya. reaksi-reaksi psikosomatik,  tergolong problem pencernaan, sakit kepala, kelelahan, gangguan tidur, dan masalah sewaktu buang air, mungkin merupakan tanda-tanda bahwa kelihatan sesuatu yang  tak beres. tanda lainnya seperti sering menangis, senang menyendiri, rewel,  tak mau menghindar ke sekolah atau suatu tempat, membuat kenakalan di sekolah atau di lingkungan tempat bermainnya, penurunan nilai sekolah. bahkan stres juga dapat menyebabkan penyakit fisik pada anak, misalnya merasa pusing, mual, diare, kelumpuhan akibat depresi, atau penyakit lainnya.

apabila seorang anak memergoki sakit dalam waktu lama dan  sehabis dikonsultasikan ke dokter  tak ditemukan penyebab pastinya, maka  tak kelihatan salahnya bila anda meminta bantuan seorang psikolog, karena penyakit tersebut bisa saja bukan disebabkan virus, bakteri atau kerusakan pada tubuh melainkan disebabkan pikiran anak yang sedang stres.

 menyokong anak yang memergoki stres

 seperti manusia yang belum berpengalaman dan kapasitas otak yang belum optimal, seorang anak  tak mengantongi kemampuan untuk mencari solusi dari stres yang dideritanya se sampai perlu mendapat bantuan dari orang dewasa untuk dapat mengatasi kesulitannya se sampai stres yang dialaminya  tak berkepanjangan.

bila kelihatan indikasi anak anda memergoki stres, hindari untuk merasa panik ber kianan karena bila anda panik maka anda dapat pula menderita stres se sampai  tak dapat  menyokong anak anda. yang dapat anda lakukan untuk  menyokong anak anda kelihatanlah:

perbaiki pola asuh anda

bila selagi ini anda cenderung otoriter atau sebaliknya serba boleh, sebaiknya anda mengubah pola asuh anda agar anak anda  tak merasa terbebani  bersama tuntutan yang ber kianan. sebaliknya, berikan aturan yang jelas, mengapa aturan tersebut diberikan dan konsekuensi apabila peraturan dilanggar. jangan lupa untuk memberikan pujian jika anak anda bersikap positif, tetapi berikan teguran atau disiplin apabila anak melakukan pelanggaran serta penjelasan mengapa disiplin diberikan dan bukan karena orang tua membenci anaknya.

jangan buat tuntutan yang berlebihan

orang tua menginginkan anaknya mencapai yang terbaik, tetapi jangan tetapkan target yang  tak dapat dicapai oleh anak. jangan pula mengritik atau membanding-bandingkan seorang anak  bersama orang lain. terimalah seorang anak  bersama segala ke kianan dan kekurangannya. jika seorang anak gagal mencapai tuntutan yang anda berikan, jangan menghukum atau mengejeknya, tetapi bantulah anak agar dapat memerankan  kian baik di kemudian hari. kegagalan yang dialami anak sekarang bukan berarti dia  tak dapat memerankan  kian baik dan bukan berarti akhir segalanya.

buat kedekatan  bersama anak dan komunikasi yang terbuka

kedekatan orang tua  bersama anak akan  menyokong seorang anak terbuka terhadap orang tua dan leluasa memerankankan orang tua  seperti tempat curhat. anak dapat menceritakan kejadian yang  tak menyenangkan yang dialaminya saat di sekolah atau di luar rumah. orang tua,  seperti manusia yang  kian berpengalaman dapat memberikan solusi yang baik untuk anak atau mengambil tindakan yang diperlukan agar kejadian  tak menyenangkan dapat dihindari. ini sangat baik dibandingkan jika anak menceritakan permasalahannnya kepada teman sebaya atau orang lain yang  tak tepat yang dapat memberikan saran yang membuatnya semakin terpuruk.

ciptakan keluarga yang harmonis

hubungan ayah ibu yang harmonis, kedekatan  bersama kakak adik dan anggota keluarga lain membuat anak merasa  bugar dan betah di rumah,  menyokongnya terhindar dari pergaulan buruk yang dapat menimbulkan berbagai masalah yang dapat membuat anak stres. selain itu,  bersama keluarga harmonis dapat menghindari terjadinya pertengkaran bahkan perceraian yang akan mengganggu kestabilan emosi anak.

bentuk anak yang mandiri

seorang anak pada saatnya  pantas memerankan mandiri, karena  tak mungkin orang tua terus menerus mengawasinya. maka, bantu anak  bersama melatihnya untuk membuat keputusan yang diperlukan. misalnya, saat seorang anak menanyakan apakah suatu tindakan boleh dilakukan atau  tak, ajak anak berdiskusi apa hal baik dan hal negatif yang akan terjadi jika anak melakukan hal tersebut. hal ini dapat  menyokong anak jika suatu saat ia  pantas membuat keputusan tanpa bantuan orang tua. anak yang mandiri juga akan  kian dpaat menyelesaikan masalahnya dan menangani saat dia merasa  tak  bugar se sampai mencegah anak memergoki stres.

beri keleluasan yang wajar untuk anak

untuk hal-hal yang  tak terlalu prinsip, berikan keleluasan pada anak. misalnya dalam memastikan kegiatan ekstrakurikuler atau kursus yang akan diikutinya. biarkan anak menyalurkan hobinya se sampai anak  tak merasa terkekang dan menikmati aktivitasnya.

berikan makanan sehat dan tidur cukup

karena asupan gizi dapat mempengaruhi stres anak, maka sajikan makanan yang bergizi untuk anda, jangan membiasakannya  bersama makanan cepat saji, soft drink, atau jajanan lain yang  tak bergizi. juga biasakan anak agar makan  bersama teratur dan tepat waktu. sedangkan untuk  menyokong anak cukup tidur, bantu anak agar mengantongi jadwal yang baik, tentukan kapan dia boleh bermain, kapan  pantas mengerjakan tugas dan jadwal lainnya se sampai anak mengantongi waktu untuk tidur siang dan  tak sampai  pantas tidur larut malam untuk mengerjakan tugasnya.

perhatian dan kasih  aneng yang dari orang tua tertutama yang dibutuhkan anak dan  menyokong anak terhindar dari stres. maka, terus dukung, latih dan asuh anak anda agar dia dapat menikmati hari-harinya  bersama ceria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *