Kenali 3 Ciri Air Ketuban Pecah Saat Proses Kehamilan

Ketika sudah masuk ke masa trimester terakhir maka akan semakin dekat dengan proses ketuban pecah atau persalinan. Bagi ibu yang tengah hamil tua tentu sudah menantikan moment yang mendebarkan sekaligus membahagiakan tersebut. Sebagai hari yang istimewa tentunya ada sekian persiapan yang sudah dilakukan untuk menyambut kehadiran si kecil. Mulai dari penyediaan perlengkapan bayi, tempat untuk persalinan, dan lain sebagainya supaya si kecil sudah merasa nyaman.

Ciri Air Ketuban Sudah Pecah

Beberapa ibu muda yang baru pertama kali melahirkan biasanya kurang memahami bahwa ketubannya sudah pecah. Sebab secara sekilas air ketuban ini akan menyerupai cairan keputihan, supaya bisa membedakan berikut ciri khas dari pecahnya air ketuban:

  1. Terdengar sesuatu yang pecah,
    Kali pertama hamil dan sudah mendekati hari persalinan bisa jadi tidak bertepatan dengan perkiraan tanggal melahirkan yang diberikan oleh dokter atau bidan. Mundur ataupun maju dari perkiraan adalah hal normal, ketuban yang sudah pecah memiliki tanda keluarnya suara pecah dari dalam perut. Suara ini lumayan keras dan kadang membuat ibu hamil kaget.
  2. Merembesnya air dari vagina,
    Air ketuban yang keluar semakin lama akan semakin banyak, awalnya merembes dalam jumlah terbatas kemudian sampai menetes secara terus-menerus. Proses ketuban yang pecah memang antara satu ibu hamil dengan yang lainnya akan berbeda kuantitasnya atau volumenya. Air ketuban akan terasa berbeda dibandingkan dengan air keputihan, sebab selama hamil kadang keputihan dialami oleh ibu hamil. Selain jumlahnya lebih banyak air ketuban juga terasa hangat sehingga jauh berbeda dengan cairan keputihan yang terasa dingin.
  3. Diikuti oleh rasa tekanan di perut bawah,
    Setelah beberapa saat air ketuban mulai keluar maka ibu hamil akan merasakan adanya tekanan pada perut bagian bawah. Inilah yang dinamakan proses kontraksi pada ibu yang hendak melahirkan, dan semakin lama tekanan tersebut semakin keras. Kontraksi ini terjadi sebagai akibat pergerakan kepala bayi yang mendorong untuk keluar dari kandungan. Kontraksi ini semakin lama akan semakin terasa sakit, sehingga perlu segera di periksakan ke bidan terdekat atau ke rumah sakit bersalin. Lamanya masa kontraksi pun beragam, dan beberapa sampai beberapa hari.

Apa yang Harus Dilakukan?

Masa melahirkan memang menjadi masa yang paling menegangkan bagi seorang calon ibu, sebab akan terjadi proses persalinan yang menyakitkan. Namun, sebelum sampai kepada tahap persalinan tersebut ibu akan merasakan rasa sakit perlahan. Sebab jalan keluar bayi akan mengalami pembukaan perlahan, dianjurkan untuk tetap tenang dan segera menghubungi paramedis. Asalkan selama hamil menjaga kesehatan maka besar kemungkinan proses persalinan pasca ketuban pecah akan lancar. Jagalah kesehatan selama hamil bersama Lactamil yang menjawab kebutuhan nutrisi ibu dan juga janin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *